Selasa, 01 Juli 2008

Dimanakah syukur itu?


Ya Rabbi
Perdamaian itu begitu hangat
Namun mengapa banyak manusia yang lebih memilih permusuhan
Yang membekukan hati dan jiwa mereka?

Kasih sayang itu begitu indah
Lalu mengapa manusia berlomba untuk saling benci dan dendam
Yang membuat kehidupan mereka bagai api dalam sekam?

Memberi itu melapangkan segalanya
Namun mengapa masih banyak dari kami yang lebih memilih
Kekikiran sebagai teman hidup kami?
Dan banyak dari kami pula memilih mengambil hak orang lain
Sebagai sumber penghidupan kami?

Berserah padaMu akan mempermudah hidup
Namun mengapa juga diantara manusia masih bersuka ria
Mempersulit diri sendiri dengan kecemasan dan kekhawatiran?

Bersyukur atas karuniaMu adalah kenikmatan
Namun mengapa masih ada di antara kami yang memilih
Menelan racun ambisi yang membinasakan?

Senyuman tulus adalah kecantikan yang tak pernah usang
Namun mengapa para pengagum kecantikan merusaknya
Dengan senyuman sinis dan kesombongan?
Dan lebih memilih suramnya wajah yang tertutup kosmetik kepalsuan?

Ya Rabbi..........
Masih pantaskah kami para manusia mendapatkan semua karuniaMu?
Sedangkan kami hanya bisa mengingkari dan menyia-nyiakannya?
Masih layakkah kami menerima semua nikmatMu
Sedang kebanyakan dari kami lebih suka membangkang kepadaMu?

Ya Rabbi..........
Masih pantaskah kami dijuluki makhluk yang paling sempurna
Jika kebodohan kami begitu nyata dalam perilaku kami?
Masih layakkah kami diberi kepercayaan menjadi khalifah
Jika apa yang kami lakukan hanya akan membuat kehancuran yang tak pernah usai?

Tidak ada komentar: