Senin, 02 November 2009

Kosong

Kantor lengang hari ini, karena separoh lebih penghuninya ke luar kota. Hari ini aku ingin menuliskan sesuatu mengenai sesuatu yang kosong namun sebenarnya tidak demikian. Bingung???? ya jelas, aku sendiri aja bingung apalagi yang baca. He he he he

Pernah merasakan seharian penuh tanpa aktivitas, bingung mau berbuat apa, dan merasa bahwa waktu berjalan begitu lambat? Pernah mengalami kebosanan yang begitu memuncak hingga tak sanggup lagi berpikir meski hanya sedikit untuk mendapatkan pencerahan? Atau pernah merasa bahwa waktu yang kita miliki terbuang dengan kesia-siaan, namun tak mampu kaki melangkah untuk menghentikannya? jika tidak pernah merasakan semua itu, berarti keadaan badan, pikiran dan hatimu begitu baik, dan bersyukurlah untuk semua kesehatan itu.

Aku pernah merasakan semua itu, bahkan terlalu sering. jika sebuah masalah tak kunjung teridentifikasikan, jika menemui kebuntuan saat mencari sebuah penyelesaian, dan saat hati terlalu penat memikirkan hal yang tak terbayangkan dan saat kondisi fisik, hati dan pikiran sedang berada pada titik terbawah keimanan, maka penyakit kronis ini sudah pasti akan menyerang.

Berkali-kali ku coba untuk menemukan sebuah obat mujarab yang dapat membangkitkanku untuk melawan penyakit ini, namun meski berbagai teori telah kudapat, kenyataannya begitu sulit untuk mempraktikannya. Namun demikian aku tak ingin menyerah, dan kini aku mulai mencoba untuk menerapkan satu - persat dari hal yang mungkin dapat mengurangi efek penyakit ini, dan mencoba untuk mempersingkat waktunya mengunjungiku.

Menganalisis permasalahan dan mencari penyebabnya, itu yang biasanya pertama kali aku lakukan. Mungkin aku terkena sindrom malas karena sesuatu yang membosankan, atau pikiranku sedang bercabang, atau aku kehilangan impian dan tujuan, atau apapun yang sangat mungkin akan menghilangkan minatku pada hal-hal di sekitarku. Biasanya jika hal ini sudah kutemukan akan lebih mudah bagiku untuk mengatasinya.

Jika penyebab penyakit itu telah kutemukan, hal yang kemudian aku lakukan adalah memotivasi diriku sendiri dengan hal yang berlawanan dengan masalah yang sedang kuhadapi. Pada tahap ini aku lebih sering berbicara pada diriku sendiri untuk mendengarkan apa yang sedang kukeluhkan, yah pura-pura menjadi teman curhat untuk sebagian diriku yang tengah lemas lunglai tak berdaya dan memotivasinya untuk kembali bangkit menghadapi hidup dengan penuh keberanian. Untuk sebagian orang mungkin hal ini akan terlihat aneh, tapi cara ini aku rasa paling efektif lho. Terkadang aku menjadi pendengar yang setia, terkadang menjadi seorang yang cerewt memberikan nasihat, dan terkadang pula aku memarahi diriku sendiri jika aku rasa semuanya tak mempan membuatku bangkit.

Hal lain yang kemudian kulakukan adalah menyusun rencana kegiatan dengan sangat detail, sehingga waktuku akan sangat efisien. Jika semua langkah ini telah kulakukan dan berhasil biasanya aku akan berubah menjadi seorang yang sangat energik dan periang.

Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat meski hanya sedikit, baik untukku untuk mengingatkanku agar segera bertindak, atau untuk orang lain yang sedang mengalami kebuntuan.

Tidak ada komentar: