Senin, 17 Januari 2011

Angin berbicara

Angin kencang yang manakutkan, itulah tema yang dibicarakan sebagian banyak orang di pagi ini. Cuaca ekstrim yang berpotensi tanah longsor, banjir dan angin puting beliung, itu yang kubaca di salah satu media elektronik. Sebagian wilayah telah merasakan betapa angin dan hujan telah bersatu membentuk perpaduan yang siapapun melihat dan mendengar, yang hatinya masih bisa merasakan, akan memiliki perasaan takut, sedikit maupun banyak.

Hal itulah yang kurasakan sejak semalam. Hujan yang turun dengan deras, diiringi suara desiran angin yang tampak jelas seakan menyampaikan kemarahannya pada manusia yang tak pernah mau bersahabat dengan alam. Suara angin, hujan dan ditambah dengan bentakan petir yang menyambar, menggema di langit, membuat suasana menjadi semakin menakutkan. Atap rumah seakan kesakitan menerima semua itu dan meraung agar hujan berhenti dan angin tak lagi menghantamnya, namun apa daya jeritan itu tak lagi didengarkan oleh sang angin. Dan akhir semua itu adalah sebuah pernyataan dari manusia penuh dosa, pengakuanku bahwa manusia hanyalah makhluk lemah yang sombong, yang berlagak seakan bisa berbuat semaunya, tak mau mendengarkan dan mematuhiNya, dan kini hanya dengan kekuatan yang tak berharga di hadapanNya, tiada kata lagi yang bisa terucap selain memohon perlindungan dan ampunan dari yang Maha Perkasa. Ya Rabb, hanya kepada Engkau kami memohon ampunan dan pertolongan...

Diri ini takut jika malam itulah akhir semuanya, takut jika Dia murka dan menurunkan AzabNya disaat semua orang terlelap dalam alam mimpi, dan takut jika tak miliki lagi kesempatan untuk memperbaiki diri dan bertaubat. Rasa takut akan kematian karena sedikitnya bekal dan banyaknya maksiat, rasa takut jika hidup berakhir dengan su’ul khotimah, takut akan balasan yang akan kuterima dari semua perilakuku.

Yaa Rabb, jadikanlah semua ini peringatan yang mampu membangkitkan semangat hamba untuk kembali memperbaiki amalan dan iman hamba..

Tidak ada komentar: