Selasa, 14 Agustus 2012

Hari Raya di dunia kecilku..

Hari raya adalah sesuatu yang spesial, meski sangat disayangkan rasa spesial itu berkurang seiring bertambahnya waktu. Sepotong demi sepotong kenangan hari raya di dunia kecilkupun terlintas sangat indah. Kenangan saat aku masih berumur dibawah sepuluh tahun.

Hari raya 'Idul Fitri dalam ingatanku adalah saat dimana aku mendapatkan pakaian baru, bisa berjalan-jalan bersama ibu, dan akan mendapatkan uang jajan spesial yang akan aku belikan sesuatu yang menjadi kesenanganku. Lebaran pun adalah saat dimana beberapa hari sebelumnya akan ada pembuatan kue besar-besaran dan aku salah satu anak yang ditugaskan untuk mengantar kue-kue itu ke rumah sesepuh-sesepuh didesaku, dan tentunya sepulang dari rumah para sesepuh kantong atau tanganku dipenuhi dengan lembaran uang. Selain itu, setelah shalat ied ada tradisi untuk berkeliling kampung bersama-sama mengunjungi rumah sesepuh untuk sungkem dan bersilarahmi, dan ujungnya adalah bersilaturahmi ke rumah saudara yang berada jauh dari tempat tinggalku, ke sebuah tempat yang gersang dan tandus, dengan sesekali menyeberangi sungai menjadi sebuah pengalaman yang indah dalam benakku..

Sedangkan Hari raya 'Idul Adha adalah saat yang mengesankan di sekolah. Beberapa hari sebelumnya, para siswa diwajibkan untuk belajar berqurban yaitu dengan cara membayar beberapa ribu untuk iuran Qurban. Di hari H, setelah shalat 'Ied semua siswa berkumpul di sekolah bersama para guru, seekor kambing, dan bapak penyembelih kambing. Setelah penyembelihan, kambing akan diikat di pohon cengkeh dan dikuliti. Para siswa mendapat tugas untuk memotong-motong daging menjadi potongan kecil, para guru bertugas memasak nasi dan membuat bumbu, semuanya bekerja sama dengan gembira. Selesai pengolahan daging, beberapa siswa akan ditugaskan berkeliling desa membagikan daging qurban ke beberapa warga yang terpilih. Setelah menyelesaikan semua tugas, maka siswa masuk ke kelas masing-masing, tentu bukan untuk belajar, tapi untuk menerima jatah gulai kambing. Rutinitas tahunan di sekolahan yang sederhana namun berkesan dalam..

Semua hal di hari spesial yang terasa sangat spesial, yang kini sangat jarang bisa kurasakan sesempurna dahulu. Setelah kupikirkan, bukan karena baju baru, uang, ataupun daging qurban yang membuat segalanya begitu indah saat itu, karena saat ini semua itu kudapatkan lebih dari waktu yang dulu. Namun kesederhanaan, semangat berbagi dan kerjasama itulah yang menjadikannya indah terkenang di hati. Kesederhanaan dalam merayakan hari raya namun penuh dengan rasa berbagi dan kerjasama, sesuatu yang sudah jarang dijumpai saat ini.

Aku masih ingin merasakan keindahan hari raya di dunia kecilku, bahkan aku  menginginkan keindahan yang lebih. Aku ingin hari raya benar-benar berwarna putih seputih hati-hati yang seharusnya bersih setelah ramadhan berlalu, ataupun selapang hati-hati setelah mengalirnya darah hewan qurban..

Tidak ada komentar: