Rabu, 20 November 2013

Jalan Kehidupan



Setiap diri terlahir dengan taqdir. Setiap insan hidup pada sebuah jalan kehidupan masing-masing. Dan akhir hidup seseorang ada pada pilihan yang telah diambilnya.

Keluarga, orang tua, dan semua sifat yang diturunkan adalah sebuah taqdir saat kita terlahir. Seorang banyi tak bisa memilih dari rahim siapa ia terlahir, dengan lingkungan seperti apa ia dididik, dan kehidupan keluarga yang bagaimana ia dibesarkan. Semuanya bukan sesuatu yang patut kita sombongkan, agungkan, atau sebaliknya kita persalahkan. Karena di akhir hidupnyalah seseorang itu dinilai dan bagaimana ia sampai pada akhir itulah yang disebut jalan kehidupan yang tidak seorangpun bertanggung jawab atasnya kecuali diri kita sendiri.

Bagaimanapun seseorang, sebaik atau seburuk apapun, ia ada pada di sebuah jalur, sebuah jalan kehidupan yang tak kan tertukar dengan orang lain. Apa yang menjadi miliknya tidak akan berpindah ke tangan orang lain, apa yang dikehendakiNya untuk terjadi tidak akan mampu dihentikan, dan apa yang ditahanNya, maka tak kan ada seorangpun yang mampu mendapatkanNya. Di jalan itulah, dimana setiap jiwa akan berbolak-balik antara kebahagiaan dan kesedihan, senyuman dan air mata, kesuksesan dan kegagalan. Semua itu adalah kepastian, di jalan manapun yang kita pilih, itulah sunnatullah di dunia yang fana. Untuk itulah, jangan menghina kekurangan saat kita dikaruniai kelebihan, jangan takut pada gelap karena setelahnya akan ada sinar terang, jangan terpuruk pada kegagalan dan kesedihan karena ada suatu masa dimana kesuksesan dan kebahagiaan menghapus perihnya perjalanan. Namun janganlah pula senyum, tawa, dan kebahagiaan membuatmu lupa pada sifatnya yang sementara.

Dua sisi kehidupan adalah pasti, saat kita sendiri maupun bersama seseorang, tawa dan tangis adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Hal yang dapat kita usahakan adalah bagaimana bersabar saat air mata membasahi mata, saat hati teriris perih, saat jiwa terpuruk jatuh. Bagaimana pula kita selalu bersyukur pada nikmat yang tak terhitung, pada kasih yang tak kan terbalas, pada senyum yang menghias wajah. Dan bagaimana kita belajar dan berusaha untuk tetap di jalanNya, tetap semangat dan istiqomah dimanapun rasa itu berada.

Tidak ada komentar: