Senin, 22 Februari 2016

Jika Ilmu itu tak sampai padaku...

Seseorang menjalani kehidupan seperti manusia pada umumnya. Tumbuh, bermimpi, berkarya, dan bergerak. Setiap waktu ia isi kehidupannya dengan kebaikan yang ia pahami. Menjalani hidup normal berdasarkan standar kewajaran dan kebenaran lingkungan. 

Kebenaran..ia sudah merasa berada dalam kebenaran. Namun, tahukah ia apakah kebenaran yang ia yakini benar adalah kebenaran yang sejati? Cahaya yang ia sangka telah menjadi penerang kebahagiaannya, tahukah ia apakah cahaya itu semu atau nyata? 

Ia tak pernah tahu, bahwa ada kebenaran agung yang letaknya jauh di atas sana. Ia tak pernah berpikir bahwa kebenaran butuh sebuah dasar untuk menjadi kebenaran sejati. Dan cahaya..ia tak pernah tahu bahwa cahaya pun bisa hanya sebuah ilusi.

Lalu..jika kehidupannya berakhir dalam ketidaktahuannya, apa yang akan terjadi? 

Saat ilmu kebenaran tak sampai padanya, saat cahaya kebenaran sinarnya tak sedikitpun ia lihat, lantas apa yang akan menjadi hujjah baginya saat kemudian ia ditanya? Mengapa engkau tidak tahu? mengapa engkau tak berusaha mencari tahu? mengapa dan mengapa???

Bisakah kemudian ia menjawab..
"Aku tidak tahu karena ilmu itu tak sampai kepadaku.."
"Aku tak mencari tahu karena aku bahkan tak tahu ada kebenaran itu.."

Untuk seseorang yang bahkan tak tak mengetahui keberadaan kebenaran itu, akankah ia dihukumi sebagai seorang yang tidak mau mencari kebenaran??

Jika ilmu itu tak sampai kepadaku, akankah aku akan dihukum dan dimintai pertanggungjawaban atas ketidaktahuanku??

 

Tidak ada komentar: