Selasa, 05 April 2016

Cermin

Seringkali...orang lain adalah cermin terbaik yang menggambarkan siapa dirimu yang sebenarnya..

Pernahkah kau kesal pada seseorang yang perilakunya menyebalkan? Seberapa sering engkau sakit hati karena tidak ada seorangpun yang mendengarkanmu? atau..berapa banyak orang yang engkau benci karena menurut standartmu mereka layak dibenci?

Apakah engkau pernah meminta penilaian orang lain mengenai dirimu, dan tidak kau dapati selain kebaikan? atau paling buruk mereka berkomentar sebuah keburukan yang masih dapat kau tolerir? sehingga dari pendapat itu engkau merasa tenang karena ternyata kau adalah golongan "orang baik" ?

Wahai saudariku..mari berhenti sejenak untuk merenungkan hal ini..

Engkau berharap ada seseorang yang menilai dirimu apa adanya, karena engkau ingin mengubah sesuatu yang buruk menjadi lebih baik, bukankah begitu? namun, siapkah engkau mendengar semua penilaian jujur mereka? Kali ini penilaian itu tidak datang dari lisan mereka yang tentu saja tidak 100% jujur, tapi dari reaksi mereka atas perilakumu atau dari perilaku mereka terhadapmu..

Saat mereka tidak mengindahkan kata-katamu, ingatkah bahwa engkaupun pernah melakukan hal yang sama pada mereka?
Saat mereka mengacuhkanmu, ingatkah bahwa sangat sering engkau menganggap orang lain tidak ada hanya karena mereka tidak sejalan denganmu?
Saat mereka membicarakanmu dibelakang mereka, bukankah hal yang sama juga engkau lakukan?
Saat mereka bersikap kasar padamu, bahkan yang kau lakukan pada orang lain lebih kasar lagi..
Saat mereka menjawab ajakanmu dengan wajah masam, kuingatkan padamu, bahwa engkau lebih jarang tersenyum dibandingkan mereka.

Ini hanya sebagian saudariku..ingatlah bahwa masih banyak hal yang ada padamu yang membuatmu layak untuk dibenci, tapi mereka tidak pernah sekalipun membencimu. Sedangkan mereka, beribu kebaikan yang mereka miliki sehingga tak pantas sedikitpun mereka dibenci, namun engkau justru menjadi orang yang pertama membenci mereka.

Kau...tidak lebih baik dari mereka, hingga kau berhak merendahkan mereka
Kau... tidak lebih suci dari mereka, hingga kau berhak menghakimi mereka
Kau...tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka, hingga kau menghabiskan waktu mencari celah keburukan mereka, karena waktumu saja tak pernah cukup untukmu mempersiapkan jawaban atas pertanggungjawaban hidupmu sendiri..


Tidak ada komentar: